Baru saja beberapa jam yang lalu (16/12) Tim Nasional Sepakbola Indonesia mematahkan peluang Filipina untuk maju ke babak final Piala AFF tahun ini. Luapan kegembiraan tumpah ruah di mana-mana. Bahkan Presiden SBY bersama Ibu Ani turut hadir langsung di tengah-tengah supporter tim Garuda untuk berbagi keceriaan.
Seperti diketahui bersama, malam ini Indonesia mengalahkan Filipina 1-0 (1-0) dan melaju ke babak Final untuk menghadapi Malaysia. Banyak tanggapan yang muncul tentang kegemilangan Timnas kita akhir-akhir ini. Beragam pula hal yang ditanggapi, mulai dari pemain naturalisasi, pelatih, bahkan sampai PSSI. Tentu saja ada yang baik dan ada yang buruk. Namun, bukan ini yang mencuri perhatian saya.
Masih lekat dalam ingatan saya bagaimana Mentawai diterjang tsunami, Wasior dilanda bencana banjir, dan warga Jogja dan sekitarnya yang merasakan ketidaknyamanan akibat letusan Gunung Merapi beberapa bulan silam. Semua orang berlomba-lomba menyumbang untuk membantu meringankan beban saudara mereka. Bahkan, banyak yang rela jauh-jauh datang ke JAKARTA dan menyerahkan sumbangannya di sebuah stasiun TV, mungkin supaya disorot kamera atau disebut namanya. Lalu, ada Gayus yang tertangkap kamera sedang menonton tenis di Bali. Kemudian ada TKW (lagi) yang disiksa majikannya di luar negeri juga ada yang baru dikabarkan meninggal setelah 3 tahun. Dan terakhir, polemik yang terjadi di Jogja pasca pemulihan bencana Gunung Merapi.
Di satu sisi, euphoria ini seperti sengaja ingin melalaikan kita dari masalah. Saya bukan ingin merusak suasana, hanya saja menurut saya kita tak boleh terlampau larut dalam kegembiraan yang berlebihan dan melupakan persoalan-persoalan lain yang belum tuntas. PR kita masih banyak untuk terus mendampingi dan ikut mengawasi pemerintah dalam penyelesaian masalah-masalah yang tak habis-habisnya ini.
Namun di sisi lain, rakyat Indonesia seolah-olah bisa menemukan kegembiraan yang akhir-akhir ini sedang menjauhi mereka. Sehingga lewat tontonan sepakbola inilah mungkin mereka sebenarnya sedang menghibur diri di balik ketidaknyamanan lahir dan batin selama ini. Lebih dari itu, mereka seperti sedang meyakinkan diri mereka sendiri dan orang lain bahwa Indonesia adalah negara yang hebat dan patut disegani.
Akhirnya, memang sangat wajar ketika kita merasa gembira dengan turunnya hujan karena pertanda ladang kita akan terairi. Tapi, jangan lupa dengan atap rumah kita yang bocor karena kita tentu tak mau tidur di atas genangan air, bukan? Selamat untuk Timnas Indonesia dan maju terus penegakan hukum dan HAM di Indonesia!
21 Desember 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar