Coba jawab pertanyaan sederhana dari saya ini: Ingatkah Anda kapan terakhir kali Anda lupa sesuatu? atau Lupakah Anda bahwa Anda pernah mengingat sesuatu? Ada beragam kombinasi jawaban untuk kedua pertanyaan itu yang berkisar pada 'ya' dan 'tidak'. Namun, jika ditilik lebih jauh ingat dan lupa menjadi sangat sulit dibedakan.
Ketika kita merasa melupakan sesuatu, saat itu pulalah sebenarnya kita sudah mulai mengingat sesuatu yang belum muncul ke pikiran kita. Dan, saat kita berhasil mengingat sesuatu, sebenarnya kita melupakan pilihan lain yang mungkin saja seharusnya muncul di pikiran kita. Contoh nyatanya seperti ini, saat kita merasa lupa tentang arti kata 'angkasa' dalam bahasa Inggris, sebenarnya kita sudah mulai sadar bahwa ada ingatan yang sudah pernah ada tapi belum muncul di pikiran kita. Saat itulah, saat kita sadar bahwa kita lupa, kita sedang mulai mengingatnya. Lalu saat kita berhasil mengingat kata 'sky', sebenarnya kita melupakan pilihan lain (misalnya 'space' yang juga berarti 'angkasa') yang mungkin saja seharusnya muncul di pikiran kita. Jadi saat kita merasa lupa, kita sebenarnya sedang mengingat. Dan, saat kita berhasil mengingat, kita melupakan.
Hubungan lupa-ingat ini selalu dianggap bertentangan. 'Lupa' selalu dilawankan dengan 'ingat'. Padahal, kalau kita lihat penjelasan tadi, lupa-ingat tidak berlawanan sama sekali. Malah, mereka boleh dibilang memiliki hubungan implikasi. Salah satunya mengimplikasikan yang lain. Kalau sudah seperti ini, maka tidak masalah lupa atau ingat. Kita hanya perlu sadar dan merasa lupa agar bisa mulai mengingat lagi. Saat kita selalu merasa berhasil mengingat, saat itu juga banyak hal yang kita lupa.
Ugit Rifai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar